Kamis, 15 November 2012


Profil Vierra Band

Judul : Profil Vierra. Sekelompok remaja yang bernyanyi dengan jujur dan lugas seperti layaknya remaja saat ini. Background musikal tinggi dari orang tua mereka, VIERRA  bernaung di bawah label Musica Studio’s. Diproduseri oleh produser handal yang pernah mensukseskan Peterpan, Nidji, & d’Masiv, Noey dan Capung. Vierra yang dimotori Kevin, yang notabene adalah putra dari komposer Adie MS, memilih menulis dan memainkan lagu-lagu yang sesuai dengan hati mereka.Hal itu terlihat dari judul single pertama, "Dengarkan Curhatku" yang terdapat di album perdana mereka(vierra), My First Love (2009). Sebuah lagu yang tulus dari dalam hati mereka.(vierra) Benar-benar tentang kejadian sehari-hari yang mereka alami sendiri.

Para Personel, Anggota Viera Band. BAND Vierra yang akhirnya menelurkan album perdananya
itu pun sukses setelah berjodoh lewat Friendster .Perjumpaan Trian (drum), Kevin (kibord), Widi (vokal) dan Raka (gitar) dimulai dari persahabatan sang drummerm dan kibordis. Tak lama mereka mengenal Raka lewat Friendster. Raka yang mengenalkan Widi kepada personel lainnya lewat jaringan persahabatan tersebut.

“Awalnya memang dari Friendster. Kita semua kenalan dari Friendster dan akhirnya sampai sekarang,” ujar Widi sang vokal Vierra. Saat ini Band Vierra telah merilis album perdana dengan tajuk ‘First Love’. Mereka pun mengeluarkan ‘Dengarkan Curhatku’ sebagai single andalan band itu.

Veirra band sepakat untuk memilih jalur Power Pop Disney untuk berkarya. Nuansanya benar-benar Disney banget. Tapi bukan berarti ngikutin. Dari segi aransemen kita banyak menggabungkan unsur keanekaragaman selera musik kita juga,” tutur Kevin sang keybord grup band asal kota Hujan Bogor ini.Setelah beberapa bulan bersama, Vierra Band pun masuk studio dan menggarap album tersebut selama tiga bulan.“Power Pop itu titik tengah aliran musik kita berempat.



Kevin Aprilio, adalah pendiri Andante yang kemudian bermetamorfosis menjadi VIERRA di tahun 2008 ini. Pada vokal ada Widy, siswa tahun ketiga SMA Bakti Mulya 400, yang berkarakter vokal lembut dan manis dan membawa unsur pop yang dominan. Gitaris yang juga membantu dalam mengaransemen adalah Raka Cyril, yang juga berkuliah di UPH angkatan 2007, sama seperti Kevin. Posisi drummer diisi oleh Satrianda Widjanarko, mahasiswa UI fakultas Ilmu Politik, yang memberikan nama VIERRA dan juga mengaransemen banyak lagu Vierra. Lalu Vierra juga dibantu oleh bassist yang gayanya unik dan mahir main bassnya bernama Derry

Biografi Cakka Kawekas Nuraga


Biodata Cakka


Nama: Cakka Kawekas Nuraga

Ttl: Tangerang,18 Agustus 1998

Kelas: 5 Sd

Sekolah: SD Serayu Jogja

Anak ke: 2/2

Nama kakak: Elang Nuraga

Alamat : Jl. Kaliurang KM.6 , Sawit Sari, Yogyakarta

Cakka Kawekas Nuraga demikian nama lengkap anak laki-laki 10 tahun yang akrab dipanggil Cakka ini. Bocah kelahiran Bintaro – Tangerang 18 Agustus 1998 kini masih duduk di bangku kelas 5 SD. Serayu Jogja, merupakan anak kedua dari keluarga Tunggul Dhewa Nuraga. Dua bersaudara yang memiliki seorang kakak laki-laki terpaut usia 4 tahun.
Mulai mengenal dan menyukai musik sejak kelas 3 SD. Ketertarikannya pada bidang ini lebih banyak terpengaruh oleh kakaknya – Elang Nuraga – yang notabene gitaris sebuah band beraliran Japan rock di Jogja: Yubikiri dengan anggota rata-rata usia belasan.
Cakka adalah sosok anak yang punya kemauan besar untuk belajar sesuatu. Terpacu oleh karakternya yang ‘tidak mau kalah’ pada sang kakak, pada usia delapan tahun dia mulai belajar memainkan gitar sendiri. Awalnya hanya mengekor dari apa yang dilihatnya saat sang-kakak bermain, namun selanjutnya dia mendapat bimbingan dari kakak dan sang ayah.
Seiring bergulirnya waktu, makin terlihat bakat Cakka sesungguhnya, yang ternyata lebih menonjol pada vokal. Bocah penyuka Manga drawing ini sudah memiliki karakter vokalnya sendiri.
Dia memang tidak mengikuti kursus atau klas vokal. Belajar bernyanyi dari pengalaman sehari-hari. Mungkin ini akibat dari terlalu seringnya Cakka dimintain tolong (baca: dimanfaatkan) oleh sang kakak untuk menjadi vocal-guide setiap kakaknya berlatih sehari-hari, sehingga karakter vokal Cakka terbentuk dengan sendirinya. Selain menggemari band beraliran Japan-rock seperti L’arc~en~Ciel, Cakka juga senang melantunkan lagu-lagu style Guns n’ Roses, Simple Plan, Jagostu, Sheila on Seven, Altebridge, hingga nada-nada blues secara spontan.
Kuping anak kelas 5 SD ini sudah menjadi terbiasa pada skala nada dari berbagai genre musik. Karena begitu banyak referensi musik yang dia dengar, dengan sendirinya mampu pula melakukan improvisasi spontan yang terbilang lumayan untuk anak seusianya.
Namun bila menyimak saat bernyanyi jangan berharap akan selalu mendengar vibrato pada setiap akhir nada panjang, bukan itu karakter yang dimiliknya.